APAKAH ALKOHOL ITU?

Photo credits: Stockxpert
Photo credits: Stockxpert
Alkohol adalah narkoba.

Alkohol tergolong zat depresan, berarti ia memperlambat fungsi-fungsi tubuh yang vital—mengakibatkan cadel, gerakan goyah, persepsi yang terganggu dan ketidakmampuan untuk cepat bereaksi.

Mengenai bagaimana alkohol mempengaruhi pikiran, alkohol sebaiknya dikenal sebagai obat yang mengurangi kemampuan seseorang untuk berpikir rasional dan mengaburkan daya pertimbangannya.

Meskipun tergolong zat depresan, jumlah yang diminum menentukan jenis efeknya. Kebanyakan orang meminumnya untuk memperoleh efek stimulan, dengan segelas bir atau anggur untuk "relaksasi". Tetapi jika seseorang mengonsumsi melebihi batas yang dapat diatasi oleh tubuh, maka ia akan mengalami efek depresi alkohol. Mereka akan mulai merasa "bodoh" atau kehilangan koordinasi dan kendali.

Alkohol berlebihan juga mengakibatkan efek pelambatan yang lebih nyata lagi (ketidakmampuan untuk merasa sakit, keracunan yang membuat tubuh memuntahkan racunnya, dan berakhir dengan ketidaksadaran, atau yang lebih buruk, koma atau meninggal karena overdosis racun). Reaksi-reaksi ini tergantung pada jumlah dan kecepatan konsumsinya.

Ada beberapa jenis alkohol. Etil alkohol (etanol) satu-satunya zat alkohol yang digunakan dalam minuman, dihasilkan dari fermentasi padi-padian dan buah-buahan. Fermentasi adalah proses kimia di mana ragi mengolah bahan-bahan tertentu di dalam bahan makanan di atas dan memproduksi alkohol.

Kadar Alkohol

Minuman hasil fermentasi, seperti bir dan anggur berkadar alkohol 2% hingga 20%. Minuman hasil distilasi atau minuman keras, kadar alkoholnya 40% hingga 50% atau lebih. Kadar alkohol biasanya adalah:

Photo credits: Stockxpert
Photo credits: Stockxpert
Bir 2–6% alkohol
Cider 4–8% alkohol
Anggur 8–20% alkohol
Tequila 40% alkohol
Rum 40% (atau lebih) alkohol
Brandy 40% (atau lebih) alkohol
Gin 40–47% alkohol
Wiski 40–50% alkohol
Vodka 40–50% alkohol
Liqueurs 15–60% alkohol